varaNewcomervara 0 1 posts
Di-posting 7 Februari
Latihan Posting

Ciri Ciri 4 Golongan Yang Boleh Meninggalkan Puasa

Islam tetap memberi tambahan keringanan bagi umatnya untuk beribadah, khususnya dalam hal berpuasa sementara bulan Ramadhan. Keringanan yang diberikan adalah kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tetapi sanggup mengganti puasa Ramadhan di bulan lain. 

Hal ini yang dinamakan mengqadha puasa. Selain mengqadha puasa, mereka yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan termasuk diperbolehkan untuk membayar fidyah dengan langkah memberi makan fakir miskin sejumlah hari sepanjang mereka meninggalkan puasa Ramadhan.

Orang Orang Yang Dibolehkan Untuk Mengganti Puasa Ramadhan

Tak seluruh orang diperbolehkan untuk mengganti puasa Ramadhan. Ada empat golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa sepanjang bulan Ramadhan, yaitu:

1. Orang yang sakit

Golongan pertama adalah terhadap sementara kamu sedang sakit atau mengidap penyakit tertentu yang mengharuskan kamu untuk tetap minum obat tiga kali sehari, sakit yang bila kamu berpuasa maka kamu dapat merepotkan diri sendiri lebih-lebih sanggup mengantarkan terhadap kematian, dan sakit yang dapat makin tambah lama sembuhnya kalau kamu berpuasa di bulan Ramadhan.

Ada lagi situasi di mana kamu sedang dalam situasi sehat tetapi kalau kamu berpuasa, maka kamu sanggup menderita sakit layaknya orang yang mengidap penyakit lambung atau magh akut, mereka diperbolehkan tidak berpuasa sementara Ramadhan gara-gara adanya penyakit tersebut.

2. Musafir

Dalam Islam, ada sebuah makna yang dinamakan musafir yakni orang-orang yang sedang jalankan perjalanan jauh. Musafir ini diperbolehkan tidak berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Tentunya dengan persyaratan tertentu.

Syarat pertama adalah kalau puasa sanggup memberatkan atau merepotkan perjalanan musafir tersebut, misalkan saja medan atau perjalanan yang dihadapi jaraknya memadai jauh dan perlu tenaga yang banyak. Lalu syarat kedua adalah kalau puasa yang dijalankan sanggup mengantarkan terhadap kematian, dan syarat yang paling akhir adalah kalau perjalanan dijalankan sehabis fajar atau udah masuk sementara siang yang sangat terik.

Musafir sesungguhnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi ketetapan ini dapat berakhir dalam dua situasi yakni kalau kamu punya niat untuk bermukim atau tinggal di daerah yang kamu datangi dan kalau kamu udah lagi ke tanah kelahiranmu.

3. Ibu Hamil Yang Sedang Menyusui

Selain gara-gara sedang mengalami haid dan nifas sehabis melahirkan, perempuan termasuk diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat sedang hamil dan menyusui. Tapi saat tidak berpuasa, kamu harus niat mengganti puasa Ramadhan di kemudian hari gara-gara keringanan ibu hamil dan menyusui ini serupa dengan keringanan berpuasa yang diberikan kepada para musafir alias harus diganti dengan mengqadha puasa Ramadhan.

Tentunya ada syarat yang diberlakukan. Jika ibu hamil dan menyusui terasa was-was kalau janin atau bayinya nanti kekurangan gizi dan asupan makanan gara-gara sang ibu berpuasa, maka mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa sepanjang Ramadhan. Syarat lainnya adalah saat ibu hamil dan menyusui terasa tidak kuat secara fisik, kepayahan, dan kelelahan untuk berpuasa.

 4. Orang Yang Sudah Tua Renta

Golongan paling akhir adalah situasi di mana umur seseorang udah memasuki umur senja atau sanggup dikatakan tua renta sehingga mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Untuk orang-orang yang udah tua renta, mereka tidak diharuskan untuk niat puasa mengganti puasa ramadhan , tetapi sanggup diganti dengan langkah membayar fidyah.

Jika ditanyakan berapa sedikitnya umur orang yang dianggap udah tua renta? Di Indonesia, sedikitnya umur orang yang dianggap udah tua renta adalah umur di mana mereka udah memasuki angka 70 th. dan menderita sakit atau lemah fisik. Jadi kalau tetap di bawah umur 70 th. dan tetap kuat fisiknya untuk berpuasa, maka orang selanjutnya diharuskan untuk mobilisasi ibadah puasa Ramadhan

 
Sign In atau Register untuk berkomentar.
X
Registrasi Sekarang