AyudyaadminAyudya 239 577 posts
Di-edit pada August 2018
Lounge

[#JadiBisaUpdateAsianGames] - Tim Unifikasi Korea di Asian Games 2018, Tebarkan Semangat Satu Korea


Gelaran Asian Games 2018 kali ini juga terasa istimewa dengan hadirnya Korea dalam satu tim.


Aksi Tim Unifikasi Korea bukan yang pertama kali pasalnya di Olimpiade musim dingin 2018, dua Korea (Selatan dan Utara) juga bertanding dalam satu bendera meski hanya pada cabang hoki es putri. Sama halnya dengan Asian Games 2018 kali ini dimana dua Korea bersatu dalam tiga cabang olah raga yaitu basket putri, kano dan dayung.

 

Sejatinya, ide untuk membentuk tim unifikasi Korea muncul di Asian Games 1990 namun baru pada tahun 1991 kedua negara sepakat berlaga dalam satu bendera unifikasi yaitu di arena Kejuaraan Dunia Tenis Meja di Chiba, Jepang disusul di Kejuaraan Dunia Sepakbola Remaja di Lisbon, Portugal. Selanjutnya, kedua negara sepakat mengirimkan tim unifikasinya di beberapa event olahraga internasional.

 

Asian Games 2018 ini menjadi spesial sebab ini adalah ketiga kalinya kedua Korea terjun di arena Asian Games setelah sebelumnya eksis di Asian Games 2002 dan 2006. Dalam seremoni pembukaan Asian Games di Jakarta kedua petinggi negara Korea hadir dan saling mengangkat tangan erat saat kontingan tim unifikasi Korea melintas di tribun kehormatan. Terlihat Perdana Menteri Korsel, Lee Nak-Yon serta Wakil Perdana Menteri Korea Utara, Ri Ryong Nam mengangkat tangan bersama saat kontingen mereka disebut.

 

Saat pembukaan, atlet kedua negara sangat mesra bergandengan saat kontingen memasuki lapangan. Pebasket Korea Selatan Lim Yung-hui dan pesepakbola Korea Utara Ju Kyong Chol sangat akrab memegang bendera Unifikasi Korea yang bernuansa putih biru. “Kami satu negara, satu keluarga, makanya kami mau untuk bersama di Asian Games ini,” jelas pelatih basket putri Korea, Lee Monkyun

 

Senada dengan ungkapan sang pelatih, pemain basket putri, Sunhyung Kim pun memberikan pendapat soal penyatuan kedua negara yang tak memberi kesulitan saat di atas lapangan. “Kami masih satu negara, jadi bisa berkomunikasi dengan sangat baik, tentu saya senang dengan penggabungan ini,” jelas Kim.

 

Bendera Unifikasi Korea digunakan pertama kali pada tahun 1991. Bendera unifikasi Korea tersebut berlatar belakang putih dengan siluet semenanjung Korea berwarna biru muda. Itu merupakan representasi dari wilayah Korea keseluruhan. Sebagaimana diketahui, Korea terpisah menjadi dua negara pasca terjadinya Perang Korea. Bagian utara berada di bawah pengaruh Cina dan selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat. Kedua Korea sepakat melakukan gencatan senjata yang masih berlangsung sampai saat ini.


Semoga dengan hadirnya bendera Unifikasi Korea di setiap event olahraga internasional bisa semakin meningkatkan semangat warga semenanjung tersebut untuk kembali bersama dalam satu Korea. Banyak rakyat kedua negara yang terpisah akibat Perang Korea. Berdasarkan formulir kehilangan yang pernah dilaporkan Korea Selatan, diperkirakan terdapat sekitar 132 ribu lebih warga Korea Selatan yang terpisah dengan keluarganya akibat perang tersebut dan hingga kini sulit untuk bisa bertemu.

 

Event olahraga yang diikuti tim Unifikasi Korea:

1.    World Table Tennis Championship, Chiba, Jepang (1991)
2.    FIFA World Youth Championship, Lisbon, Portugal (1991)
3.    Summer Olympics, Sydney, Australia (2000)
4.    Asian Games, Busan, Korea Selatan (2002)
5.    Asian Winter Games, Aomori, Jepang (2003)
6.    Summer Olympic, Athena, Yunani (2004)
7.    Asian Games, Doha, Qatar (2006)
8.    Winter Olympics, Turin, Italia (2006)
9.    Winter Olympics, Pyeongchang, Korea Selatan (2018)
10.   Asian Games, Jakarta-Palembang, Indonesia (2018)
11.   Summer Olympics, Tokyo, Jepang (2020)


Ahmad_gmw
Sign In atau Register untuk berkomentar.
X
Registrasi Sekarang